header image
 

STIGMATA | episode 2

~Reinkarnasi~

Tuhan Maha Penyayang, Tuhan Maha Mengasihi, Tuhan selalu memaafkan hamba-Nya yang berbuat salah. Tuhan akan menerima tobat hamba-Nya, apapun dosa yang telah diperbuat. Lalu kenapa kita sebagai mahkluk ciptaannya, susah sekali untuk memaafkan. Manusia terkadang terlalu sombong dan mendahulukan ego mereka untuk meminta maaf dan memaafkan. Bagaimanapun sakitnya dan apapun kesalahan mereka, aku sekarang memaafkanya. Walau sulit untuk memaafkan dan melupakan, aku berharap hati ini bisa menghilangkan beban yang selama ini bersarang disana. Aku ingin sembuh dari penyakit hati yang menggerogoti jiwaku. Aku selama ini hidup dengan benci, aku hidup dengan mereka yang ku benci. Aku sudah lama ingin sembuh, aku tak ingin lagi membenci dan memendamnya di hati. Aku ingin memaafkan, aku ingin melupakan, aku ingin sembuh. Ketika aku tersadar dari diam, jiwaku membisu. Aku masih ingat bisikan itu, bisikan kecil saat ku diam. Read the rest of this entry »

STIGMATA | episode 1

~Aku Bukan dari Surga~

Pengecut, pendiam, penakut, apakah itu yang kalian pikir tentang diriku. Mungkin tebakan kalian ada benarnya, atau kemungkinan besar kalian salah. Apa yang selama ini kalian lihat adalah sebuah proses dan hasil dari proses tersebut. Proses dari menahan kemarahan diakibatkan oleh benci yang sulit terbendung. Ketika aku sudah bisa menahannya, hasilnya adalah aku hanya bisa diam. Lalu kalian pun melihatku hanya diam. Aku bisa melihat wajah-wajah kalian, yang merendahkanku, yang menganggap aku sebagai pembuat onar, yang menjadikan aku sebagai simbol pria yang merebut kekasih orang lain, wajah-wajah itu aku selalu tahu. Dengan mengaku yang paling benar dan lebih dewasa, kalian mengarahkan jari telunjuk ke arahku. Aku ditunjuk yang paling bersalah, anak kecil yang bermain dengan permainan orang-orang dewasa. Jadi karena aku diam, selalu diam, aku jadi pantas untuk disalahkan. Jadi karena aku salah, aku pantas untuk dijadikan bahan percakapan busuk kalian. Jadi karena aku sekarang busuk dan seisi dunia tahu aku busuk, aku pantas untuk dibenci. Jadi karena aku dibenci oleh kalian, aku pantas untuk dihina. Read the rest of this entry »

STIGMATA

Prologue – Sayap Malaikat

Aku memandang ke langit pada malam natal, berharap sesuatu yang hebat terjadi. Suatu mukjizat dari penguasa kehidupan, yang mungkin akan mengubah segalanya lebih baik di bumi. Bulan purnama yang cantik, cahaya putihnya menerangi sudut malam yang gelap. Menerangi tiap hati yang jahat dan penuh dendam, aku merasakan kedamaian pada malam itu. Entah kekuatan besar apa yang membuat aku diam, terpanggil untuk merenung, terbujuk untuk mensyukuri, terakhir aku mengucapkan terima kasih untuk hidup yang indah ini. ”Siapa yang sebenarnya aku benci didunia ini, siapa?” aku selalu menyimpan dan membiarkan dendam ini membusuk dalam hati. Tapi malam ini kebencian itu lenyap begitu saja. Terasa kosong dan aku tidak lagi merasakan keinginan untuk membalas dendam. Aku bersyukur pada malam itu. Aku terpanggil untuk hadir pada malam itu. Tiba-tiba aku seperti hilang ingatan. Ketika sadar aku terbangun di tempat yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Semua berwarna putih, sepertinya aku bermimpi lagi, atau ini memang nyata. Aku ada dimana? apakah ini surga? Read the rest of this entry »

PSPB

Malam ini, gw dan tentu saja si cantik diandra (seperti malam-malam sebelumnya) mengadakan percakapan sebelum tidur. Walau seharusnya ada rutinitas ”udah mati-in lampu, belum?” dan ”udah capo?” (jangan tanya apa itu ”capo”) untuk sekarang gw lupa dengan rutinitas itu. Di dalam percakapan ini, gw dan diandra seperti menggunakan mesin waktu dan kembali ke masa lalu (there’s no such a thing called ”time machine”). “Masa lalu yang terkadang membuat kita sedih, gembira, tertawa, menangis, dan juga marah. Masa-masa indah yang kadang membuat kita ingin kembali ke masa itu untuk kembali merasakannya. Masa-masa tidak indah yang kadang membuat kita ingin kembali ke masa itu untuk memperbaikinya. Tapi masa lalu hanyalah sekedar kenangan yang kita tinggalkan, agar kita bisa mengingatnya nanti dan mengetahui siapa diri kita sebenarnya. Kita tak bisa memperbaiki apa yang sudah terjadi di masa lalu, seburuk apapun itu, kita hanya bisa memperbaikinya dengan tidak mengulangnya lagi”. Sial, gw melakukannya lagi – gw terlalu fokus sama cerita masa lalu dan lupa dengan apa yang sebenarnya gw mau ceritakan disini. Read the rest of this entry »

Our Farewell

In my hands
A legacy of memories
I can hear you say my name
I can almost see your smile
Feel the warmth of your embrace
But there is nothing but silence now
Around the one I loved
Is this our farewell?
Read the rest of this entry »

Kisah Sepi di Hari Sabtu Vol.2

…Terkadang gw susah untuk membedakan mana yang nyata dan mana yang khayalan. Ketika gw berkhayal atas sesuatu yang nyata, pada akhirnya gw sadar kalo itu cuma khayalan. Sebaliknya, ketika gw sadar sesuatu itu adalah kenyataan, ternyata gw memang sedang berkhayal. Jadi, entah dimana yang nyata dan dimana khayalan. Damn! Gw mulai lagi deh, sebenarnya nga mao serius kok, cuma suka lupa diri kebawa sama huruf dan kata-kata yang panjang ini. Kelamaan nulis kok jadi “horny” yah?? (ups) apa emang gw-nya aja yang kelainan yah?? Jadi pengen nonton “bokep” (…hihihihi) tapi nga punya stok nih, ada yang mao minjemin nga? Ditunggu lho. Akhirnya gw melewati hari sabtu ini dengan nonton film dewasa (bukan bokep) di kamar sendirian ditemani kodok kecil.

(beberapa hari kemudian, di hari sabtu yang berbeda)

Tadinya gw mau kasih judul “Kisah Sepi di Hari Minggu” maksudnya supaya nyambung dari sabtu ke minggu. Read the rest of this entry »

Dophamine

Apa yang bisa bikin lo senang sekarang, hari ini, detik ini? Apakah itu akhirnya lo membeli sesuatu yang amat sangat lo pengen beli atau mendapat apa yang selama ini lo inginkan. Lo punya mimpi dan hari ini mimpi itu jadi kenyataan, apakah itu yang bikin lo seneng? Atau mungkin ada seseorang ngasih lo duit satu milyar dan akhirnya lo bisa beli rumah atau apartemen yang lo suka, lo bisa beli tiket pesawat ke kroasia atau jerman barangkali bareng sahabat dan pacar lo, hey! Bisa juga buat modal buka rental dvd, terus bikin bioskop sendiri klo duitnya cukup. Klo lo orang yang dermawan dan pengen masuk surga (bareng gw, tapi mampir dulu ke neraka) duitnya harus lo sumbangin klo gitu. Sebaliknya, yang bikin lo seneng sekarang, detik ini juga, adalah bukan hal yang gw sebutin tadi (karena “hari gini ada yang ngasih 1 milyar” itu cuma mimpi). Malah, yang lo pengen, lo butuhin, lo mau sekarang cuma satu, yaitu seseorang yang lo sayang dan cintai ada disamping lo sekarang, detik ini juga (to much “detik ini”). Read the rest of this entry »