My Review is Sucks: 9 (Shane Acker)

9

When we awoke in this world, it was chaos. Man and machine attacked each other with fire and metal. I lead us here to sanctuary and here we waited out the war. Slowly, the world grew still until all that remained, was The Beast. Now we wait for it too to sleep. ~ #1

9 merupakan film animasi bertema action dan fantasy, diciptakan dan disutradarai oleh Shane Acker. Film ini terlebih dahulu hadir lewat film pendek  yang masuk nominasi Academy Award pada 2004 lalu dengan judul yang sama. Ketertarikan seorang Tim Burton (Corpse Bride) membawanya duduk di bangku produser di film ini bersama Timur Bekmambetov (Wanted). Selain Elijah Wood yang dipercaya sebagai pengisi suara sang tokoh utama “9”, hadir juga para bintang terkenal seperti John C. Reilly (#5),  Jennifer Connelly (#7), Christopher Plummer (#1), Crispin Glover (#6), Martin Landau (#2), dan Fred Tatasciore (#8).

Seorang “Scientist” berhasil menciptakan mesin pintar yang maksud awalnya ditujukan untuk membantu manusia. Namun seorang diktator bernama “The Chancellor” mengubah niat baik Scientist menjadi sebuah mimpi buruk. “The Brain”, sebutan untuk mesin pintar tersebut, dimanfaatkan untuk membuat mesin-mesin perang oleh sang Chancellor. Dia berdalih membuat mesin perang tersebut untuk menjaga perdamaian, namun pada kenyataan dia termakan oleh ego dan mendeklarasikan perang dengan negara lain. Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, mesin-mesin yang tadinya dikontrol oleh manusia mulai memberontak. Para mesin dengan bersenjata lengkap sekarang berbalik menyerang manusia. Memburu mangsanya bagai predator yang kelaparan.

9 Photo 1

Pihak manusia pun tidak tinggal diam, berperang melawan mesin-mesin itu adalah jalan satu-satunya untuk bertahan hidup. Tetapi perbedaan teknologi senjata akhirnya berkata lain, para mesin dengan mudah mengalahkan manusia. Muntahan peluru dan lontaran bom-bom daya ledak besar meluluh-lantahkan peradaban manusia yang selama berabad-abad telah dibangun. Di detik-detik terakhir sebelum kemusnahan manusia, Scientist menggunakan ilmunya untuk menciptakan mahakarya terakhirnya. Sebuah kelompok kecil boneka lahir ke dunia, masing-masing mempunyai misi dan tanggung jawabnya sendiri, kelak mereka diyakini akan menyelamatkan dunia ini dari para mesin.

Boneka bernomer “9” pun lahir kedunia, bertanya-tanya siapa dan dimana dia berada. Di sebuah laboratorium yang sudah dalam keadaan berantakan ini dia mulai mencari tahu tentang keberadaanya. Namun yang dia temukan hanyalah manusia-manusia yang sudah tidak bernyawa, gedung-gedung yang porak poranda, dan kehancuran dimana-mana. Berpetualang sendiri tanpa tahu tujuan di dunia asing ini dan tidak bisa bicara, “9” akhirnya bertemu dengan sejenisnya. Mengetahui dia tidak sendirian, “9” memulai perjalanan berbahayanya, menyibak rahasia, bertemu dengan sesamanya yang lain, berhadapan dengan para mesin jahat dan tentu saja melindungi masa depan dunia.

9 Photo 2

Jangan mengharapkan film ini akan memanjakan mata lewat pemandangan-pemandangan indah ala animasi Pixar. Jangan pula berharap ada adegan-adegan konyol pemancing tawa ala animasi Dreamworks. Karena animasi karya Shane Acker ini justru hadir membawa animasi dengan tema dark, berlatar belakang post-apocalypse, sebuah tema yang jarang diusung oleh studio-studio animasi lainnya. Nama Tim Burton yang seolah-olah menjadi sebuah taruhan terbukti berbicara banyak dalam mempromosikan film ini. Viral marketing “sebuah laboratorium” dan “facebook Scientist” juga turut mengangkat film ini, mengikat chemistry antara Scientist dan calon-calon penontonnya.

Semua tidak sia-sia, kita akhirnya bertemu dengan sang “Scientist” dan film ini tampil dengan baik menghibur dengan caranya sendiri. Jika kita sudah terbiasa dengan warna-warni cerah yang sering ditampilkan film animasi lain, bersiaplah untuk terbiasa dengan warna-warna gelap dan muram yang menghiasi keseluruhan film berdurasi 79 menit ini. Memang bukan suatu yang akan sedap untuk dipandang mata, tapi justru disitulah letak keindahan film ini. Keindahan dalam film ini terletak pada detil-detil halus yang digarap dengan maksimal lewat karakter-karakter “rag doll” dan juga setting kota yang dibuat sedemikian rupa menjadi peradaban mati. Kesempurnaan detil tersebut menghasilkan visual yang sangat menakjubkan ditambah dengan design karakter yang memang unik dari awal.

9 Photo 3

Karakter-karakter yang muncul entah itu pihak yang baik dan yang jahat betul-betul dipersiapkan dengan matang. Setiap karakternya memunculkan bentuk dan sifat yang berbeda-beda yang membuatnya punya keunikan tersendiri. Unsur mahkluk-mahkluk “aneh” yang biasa ditampilkan Burton dalam film-film animasi “stop motion”nya begitu kental merasuk ke dalam film yang diproduserinya ini. Jadi bukan alasan omong kosong belaka jika Burton melirik sebuah film pendek yang akhirnya menjadi film “full length” ini, karena film ini memang cocok dengan gaya sutradara eksentrik tersebut.

9 Photo 4

Deretan cerita yang ditawarkan pun dikemas tidak asal-asalan, mengimbangi visual yang sudah terbangun dengan baik. Dengan memasukan elemen-elemen pencarian jati diri, persahabatan, dan upaya menghancurkan kejahatan, film ini menambahkan dengan aksi-aksi memukau para jagoan kita yang notabennya hanya sebuah boneka terbuat dari karung dan rangka besi. Namun jangan salah, mereka bisa menghibur kita dengan memperlihatkan keahlian mereka melawan para mesin yang jahat. Salah satunya keberanian karakter bernomer 7, walau dia perempuan namun gerakannya lincah dan mematikan. Film ini memang penuh dengan action yang ajaib lewat adegan-adegan pertarungan ke-9 boneka ciptaan Scientist melawan kejahatan para mesin.

9 Photo 5

Kesempurnaan visual dan cerita yang menarik seakan menghipnotis kita untuk terus berpetualang bersama “9” dan kawan-kawannya. Tergoda dengan kelucuan “3” & “4”, terbuai dengan drama yang kadang menyentuh hati, terhibur dengan full-action yang “mind-blowing”, dan terkagum-kagum dengan kengerian dunia post-apocalypse beserta pasukan mesinnya. Film ini telah total menyajikan sebuah tontonan yang berbeda sekaligus menghibur. Enjoy!! jadi ingin punya salah satu dari boneka di film ini…hehehehe.

——————————-
Rating  4/5

2 thoughts on “My Review is Sucks: 9 (Shane Acker)

  1. hoi dit!kwn YM skaligus devart!heeheh..udh jd tuh blog gw..tp utk smntara bkin di multiply dlu deh..mklum msh pmula..hehe..btw ini slh satu film yg gw tnggu thun ini nih..lo dpt film ini di bioskop,dvd, atau dwnload? wah gw jd pnsaran pngin nonton nih..hoho.salam blogger kawan!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s