Kenangan Terpotret, Kata Meninggalkan Jejaknya

Gw menulis ini sebelum tidur dan menyimpannya selama 1 bulan, apakah selama itu gw mengurung diri dan baru sekarang mulai membuka diri. Apakah ini lagi-lagi ulah si “hati”, yang baru mengijinkan gw untuk bisa membisikkan kata-kata ini kepada seseorang disana. Tapi ini bukanlah kata perpisahan, melainkan sedikit kata dari jutaan rasa terima kasih. Hey…

Mimpi indah itu ternyata masih tersisa untukku, harapan itu ternyata masih tersimpan bagiku. Ketika aku mengira yang tertinggal dari ini semua hanyalah mimpi buruk dan harapan kosong, aku telah salah dalam hal itu. Semua memang tidak akan sama lagi. Aku tahu, aku harus melanjutkan hidupku dan tidak akan menghancurkan apa yang udah ku bangun selama ini. aku sudah jadi orang yang lebih baik ketika bersamanya, semua akan sia-sia jika aku menghancurkannya sekarang.

Sakit, tentu saja sakit kehilangan seseorang yang selama ini selalu ada di samping diriku. Menemaniku dengan ratusan bahkan ribuan kebaikan yang telah dia berikan. Menuntunku dari hanya seorang bocah ingusan yang suka marah-marah menjadi orang yang lebih bisa bertanggung jawab dan mengenal kehidupan. Dia memang segalanya bagiku. Sekarang bukan lagi waktunya meneteskan air mata layaknya menonton film drama pengetuk hati, waktu telah meninggalkanku lebih dahulu seperti biasa dan saatnya aku mengejarnya untuk melanjutkan hidup.

Biarkan kenangan-kenangan indah yang sudah menghiasi kebersamaan kita tetap terpajang disana. Pahatan kebahagiaan yang tak akan luntur oleh apapun, membuat kita tersenyum, adakalanya membuat kita tertawa terbahak-bahak, bahkan sedih jika itu memang momen menyedihkan. Tapi itu semua adalah bagian dari perjalanan panjang dan indah yang kita tempuh bersama.

Aku tak akan pernah melupakan anugrah terindah dan terlengkap yang Tuhan berikan. Bersyukur setiap harinya, bahkan hingga saat ini, detik ini, kalau aku pernah diberikan pengalaman hidup yang begitu nikmat dan indah. Lupakan yang buruk-buruk, untuk apa kita melupakan suatu keindahan, jadi aku akan mengingat momen-momen terbaik bersamamu. Yah, dirimulah keindahaan yang Tuhan berikan kepadaku, disaat yang tepat ketika aku membutuhkan seseorang. Entahlah apa jadinya jika pada hari itu aku tidak bertemu dengannya. Mungkin aku akan selamanya ada di lubang gelap.

Sudahlah, sudahlah… hari-hari terburukku sudah berakhir, kemarin aku memang seperti orang yang terjatuh dan tak sanggup bangkit. Tetapi aku mengingatmu, kau menyuruhku berjanji untuk tidak menyakiti diriku sendri. Lihatlah, aku menepati janjiku. Aku tidak ingin membuatmu sedih lagi, aku pun tidak akan menjadi orang bodoh seperti dulu lagi. Termakan amarah, terbuai kebencian. Dirimu telah membuatku berbeda dan lebih baik. Jadi terima kasih untuk ramuan yang tak terlihat mata yang kau berikan. Apakah kau penyihir yang mengubah kodok menjadi seorang pangeran. Hahaha…

One thought on “Kenangan Terpotret, Kata Meninggalkan Jejaknya

  1. heeey… ure back and still with a beautiful words… no, better.. hihi…
    ur most welcome beb.. thanks to you too… ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s