My Review is Sucks: The Haunted World of El Superbeasto

Now my dream has come true! Steve Wachowski, vice-president of the chess club, and Suzi X, homecoming queen together at last!  ~ Dr. Satan

Setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia film horor dan berhasil menelurkan karya semacam “The Devil’s Reject” yang mempesona dan “Halloween” yang mengejutkan. Kali ini Rob Zombie yang juga terkenal sebagai pemusik ini mencoba keberuntungannya di dunia film animasi/kartun. Entah apa yang ada dipikiran rockstar yang satu ini ketika dia memutuskan untuk membuat film kartunnya sendiri, iseng mungkin. Tentu saja Rob tidak membuat kartun sembarang kartun, “The Haunted World of El Superbeasto” begitulah film tersebut diberi judul, bukan kartun yang cocok bagi anak-anak yang masih kecil, bahkan untuk menemani santap pagi keluarga anda. Jangan samakan film ini dengan kartun-kartun yang selama ini menghiasi televisi anda lewat tayangan lucu, menggemaskan, dan juga menghibur penuh warna. Openingnya saja sudah menawarkan sajian “absolutely not for kid” dengan memperlihatkan adegan sang tokoh utama sedang syuting film porno. Adegan selanjutnya bisa ditebak sendiri, wanita ber-top-less ria, kata-kata kasar, dan gore-fiesta akan menjadi menu utama film ini.

Dari segi cerita tak ada yang bisa dikatakan istimewa, malah bisa dibilang menjurus ke cerita standar yang hanya mengumbar kejenakaan para karakternya. Di film ini kita akan diperkenalkan dengan tokoh “superhero” bernama El Superbeasto (Tom Papa), selain dia adalah seorang luchador –sebutan untuk pegulat profesional di meksiko– pria bertopeng ini juga mempunyai pekerjaan sampingan sebagai sutradara dan aktor porno. Entah yang mana pekerjaan utama dan sampingannya, jadi tak usah dipikirkan terlalu jauh. El Superbeasto ini juga sebenarnya adalah semacam pembela kebenaran, bahkan punya seorang side-kick yang juga saudara perempuannya bernama Suzi X (Sheri Moon Zombie). Mereka bersama-sama sejak lama sudah melanglang buana menyelamatkan dunia. Dari membasmi sepasukan monster sampai menghabisi sekawanan vampir buas. Di ceritakan El Superbeasto yang disuarakan oleh Tom Papa ini jatuh cinta dengan seorang penari striptis di klub malam favoritnya. Lekukan tubuh seksi Velvet Von Black (Rosario Dawson) membuat hati sang luchador berdenyut keras. Malang nasib jagoan kita yang juga mata keranjang ini, sebelum menyempatkan untuk berkenalan dan mengajak kencan. Von Black sudah terlebih dahulu diculik oleh Otto sang gorila.

Belakangan diketahui Otto diperintahkan Dr. Satan (Paul Giamatti) untuk menculik Von Black, penari striptis ini punya ciri-ciri yang cocok –sebuah tanda 666 di bokongnya– dengan kriteria Dr.Satan untuk dijadikan istrinya. El Superbeasto pun tak tinggal diam, dia memutuskan untuk mengejar sang penculik wanita idamannya sampai ke neraka sekalipun (kenyataanya memang demikian). Untuk membantunya menghadapi Dr. Satan, Superbeasto meminta bantuan Suzi X yang kala itu sedang kerepotan melawan ratusan zombie-zombie nazi. Suzi X memang sedang asyik bermain dengan para zombie dari zaman perang dunia ke-2 ini, bagaimana tidak, dia telah mencuri kepala Fuhrer (yang sekarang berada di dalam toples) jadi wajar saja jika jenderal nazi yang juga zombie mengejarnya bersama pasukan mayat hidup. Selagi Suzi-X sibuk dengan urusannya, Superbeasto berhasil melacak perginya sang penculik. Sesampainya di sebuah tempat pemakaman, bukannya menemukan Von Black, Superbeasto justru harus berhadapan dengan monster air “peliharaan” dokter setan. Superbeasto yang lengah, akhirnya dapat dikalahkan dan dijebloskan di penjara. Bagaimana nasib Superbeasto selanjutnya?

Rob Zombie sepertinya tak ingin meninggalkan ciri khas gilanya dalam membuat film, terbukti kartun yang diadaptasi dari komik buatannya ini mengumpulkan semua elemen yang pernah Rob pakai dalam film-film sebelumnya. Horor, gore, wanita tanpa busana, black comedy, dijadikan satu menghasilkan sebuah kartun yang tidak biasa. Kartun yang bersetting di dunia monster ini (monsterland) –pantas saja populasi di kota ini beraneka ragam, ada manusia,tapi banyak pula monster– tak hanya menyajikan horor bernuansa 80an, namun juga membawa karakter-karakter horor terkenal untuk ikut main dalam film ini sebagai cameo. Sebut saja Michael Myers yang sedang menyebrang jalan lalu ditabrak oleh Superbeasto yang kala itu sedang bergegas ke klub malam. Kita juga akan melihat Alien dan Edward Scissorhands sedang mengantri di sebuah klub. Didalam klub yang didominasi monster-monster aneh, dapat ditemukan Jack Torrance (Jack Nicholson) dari film “The Shining” dan juga Leather Face dari “Texas Chainsaw Massacre”. Tak lengkap rasanya jika Rob tak membawa juga karakter dalam film-filmnya, oleh karena itu dia juga tak lupa mengundang Captain Spaulding, Otis, serta Baby untuk tampil di film ini. Walau bukan sebagai tokoh utama dan hanya tampil sebentar, itu juga jadi bahan lelucon.

Selain pendekatan film yang sangat “explicit” dan tidak direkomendasikan untuk anak kecil, film ini juga punya joke yang kadang sulit dimengerti, mungkin lelucon yang hanya di mengerti oleh orang Amerika sana. Sudah disebutkan sebelumnya jika film ini tidak menawarkan cerita yang spesial, hanya mencoba tampil “unik” dalam mengolah plotnya yang cenderung fokus ke bagaimana membuat penonton tertawa. Namun film yang sudah memulai “hype” nya sejak film “The Devil’s Rejects” ini tentu saja masih menyisakan hal yang membuat kita betah untuk menghabiskan 77 menit durasinya. Rob Zombie memang tidak mengemas film ini dengan cerita yang bagus, tapi setidaknya masih menyisipkan hal-hal menarik seperti keunikan film ini dalam bercerita ditambah adegan action “berdarah” dimana-mana. Film ini juga masih bisa menghibur ketika kita bertanya-tanya “cameo siapa lagi yang akan muncul”, beberapa aksi komedinya masih tetap lucu dan mengundang tawa. Tapi begitulah, Rob tampaknya tidak maksimal dalam menggarap film yang juga disuarakan oleh Paul Giamatti ini, dia seperti hanya bermain-main dengan imajinasi “freak”nya dan mengesekusinya dengan terburu-buru. Ada baiknya mengulang lagu sewaktu Suzi X melawan zombie…enjoy!!

Rating 3/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s