Review: Friday The 13th, Coming Soon, 13 Going on 30, Outlander, The Oxford Murders, The Cake Eaters, Confessions of a Shopaholic.

Jason Voorhees is Back!!! panggilan mama tercinta “Kill for mother” membangunkannya dari tidur siang hahahahaha. Kali ini sang icon horror legendaris, bertopeng hockey, dengan machete ditangan, siap untuk membunuh, kembali menciptakan teror berkat remake Marcus Nispel (orang dibalik remake Texas Chainsaw Massacre).

Friday The 13th , mengisahkan tentang sekelompok anak-anak kuliahan yang berencana senang-senang di sebuah penginapan, milik salah satu dari mereka. Rencana untuk pesta, minum, mabok, dan seks berubah total ketika teror datang tanpa diundang. Jason mulai membunuh mereka satu persatu.

Formula yang ditawarkan film ini berantakan, gw tidak merasakan hawa menakutkan dari Jason sang legendaris. Jika hanya menghadirkan pembunuhan sadis dan brutal, film lain yang sejenis punya yang lebih baik ketimbang menyiksa seorang cewe (dalam kantung tidur) dan membakarnya.

Jason menjadi bukan Jason, malah seperti pembunuh psycho biasa. Padahal, gw udah suka dengan perkenalan awal film ini, plot yang dihadirkan juga lumayan bagi gw. Karena apa sih yang diharapkan dari film bertema seperti ini, kalau bukan cerita yang ringan namun penuh darah. Tapi sekali lagi film ini jadi tidak istimewa karena peran Jason yang biasa.

Ditambah dengan ketidak-becusan para aktor dan aktrisnya. Mereka berperan ala-kadarnya, mencoba berekspresi seadanya. Hey come on!!! ini film horror, dan Jason ada didalamnya, kenapa aktingnya jadi biasa-biasa aja. Kok temennya dibunuh dengan sadis cuma “Oh My God” atau “Oh itu temen gw si anu”. Entahlah, mungkin sutradaranya menginginkan mereka akting seperti itu. Toh yang penting filmnya udah sadis nih, jadi nga penting akting para korban.

Nah untuk si Jason, yang penting tiba-tiba muncul dari belakang terus tusuk atau tiba-tiba muncul dari depan yah terus tusuk lagi. Nice-way!!! jadilah film horror-yang enggak horror. Overall, terlepas dari kekecewaan gw dengan film ini, gw terhibur dengan adegan Jason yang menemukan topengnya. Kenapa cuma adegan itu, karena gw cuma inget adegan itu saja.

Anyway, seharusnya film ini dikasih ke Rob Zombie aja. Toh dia bisa bikin Halloween dengan Michael Myers jauh lebih baik.
————————–
Rating 2/5

Wah sayang nontonnya di dvd, mungkin klo di bioskop bisa beda efek tegang plus kaget yang ditawarkan film horror dari Thailand ini. Thailand emang aktif memproduksi film-film bertema hantu gentayangan, Shutter masih jadi favorit gw sampai sekarang. Klo ditanya siapa juara film horror Asia, gw mengakui Jepang masih memegang tahta untuk genre ini. Horror Asia emang the best-klo bisa dibilang horror Asia punya standart tersendiri dalam membuat film yang notabennya bikin penontonnya ketakutan.

Coming Soon, bercerita tentang seorang pria yang berkerja di sebuah bioskop. Setelah kematian kakaknya yang misterius, dia juga akhirnya dihantui oleh hantu yang dipercaya berasal dari sebuah film yang belum tayang. Di sepanjang film, gw bener-bener di bikin kaget, selain membuat takut tampaknya film ini disiapkan juga untuk membuat kaget penontonnya. Kaget memang elemen yang harus ada di setiap film horror.

Sayangnya film ini tidak membuat takut sebagus film ini membuat kaget. Tidak seseram yang gw bayangin, karena gw udah berekspektasi lebih untuk siap ditakut-takuti oleh film ini. Hahahaha tapi kalo soal ngagetin, nih film jempolan deh. Ceritanya bisa dibilang lumayan menarik, walau kayanya nga digarap dengan maksimal, semua serba dipaksa dan terburu-buru. Ide misteri hantu yang berasal dari film yang belom rilis harusnya bisa jadi lebih menarik, menurut gw. Overall nice horror-movie tapi belom menambah list horror-thailand favorit gw.
———————-
Rating 2.5/5

Cukup menghibur, ceritanya menarik dari awal sampai akhir cerita. Sebuah kisah fantasy dengan balutan romantisme dan komedi yang disertai bumbu konflik yang memang klise namun masih enjoy untuk ditonton. Gw sendiri bukan penyuka genre-genre serupa, tapi tidak ada salahnya menonton film ini untuk sekedar hiburan, bukan begitu.

Plot yang ringan dengan memadukan unsur khayalan, bermula dari seorang gadis berusia 13 tahun yang sedang dalam pencarian jati diri, di hari ulang tahunnya semua berubah ketika dia mengucapkan suatu permintaan. Dimana dia ingin berumur 30 tahun dan sukses. Secara mengejutkan keinginannya terkabul, Jenna Rink (Jennifer Garner) terbangun keesokan harinya dan menyadari kalau ini bukan mimpi, dan dia sudah menjadi orang yang dia inginkan, berumur 30 tahun dan sukses.

Sekarang Jenna bukan lagi, gadis cupu seperti yang dia ingat dahulu, dia adalah seorang wanita cantik yang sukses dan juga bekerja di majalah yang memang favoritnya. Namun nampaknya setelah apa yang diinginkannya terkabul, dia merasakan kekurangan pada dirinya, selain dia tidak ingat 17 tahun masa hidupnya yang terlewati, dia kini seperti menjadi orang lain bukan Jenna yang dulu berumur 13 tahun.

13 Going 30, memang jelas diperuntukan untuk hiburan dengan cerita yang ringan untuk dicerna dan tidak usah mengambil pusing dengan apa yang terjadi. Karena toh alurnya mengalir begitu saja, mengajak penonton untuk rileks, tertawa, dan menonton sampai ending. Yup film ini sudah berhasil menghibur gw, disaat gw sedang sakit dan jelas butuh film-film yang mengundang sedikit tawa dan terhibur karena cerita yang menarik. Enjoy!!!
———————
Rating 3/5

Lebih bagus dari yang gw kira, gw pikir serupa dengan Pathfinder-ternyata film ini lebih menarik. Gabungan antara science fiction dan fantasy, dengan cerita bermula dari seorang bernama Kainan berasal dari planet lain, yang pesawatnya jatuh ke bumi pada masa viking berkuasa sekitar jaman besi. Bersamaan dengan itu, alien yang dibawanya, Moorwen kabur dan membuat kekacauan. Dengan teknologi seadanya Kainan pun harus memburu alien ini bersama dengan para viking. Lucu juga, klo seandainya senjata Kainan nga jatuh ke sungai, mungkin ceritanya jadi beda ya hahaha.

Suasananya dan atmosfir filmnya ingetin gw sama Middle Earth, termasuk nama-nama karakter bangsa viking disini. Mungkin karena produsernya yang juga pernah memproduseri Lord of the Rings kali yah. Secara keseluruhan, film ini tidak mengecewakan malahan bisa dinilai film yang bagus dan pantas untuk ditonton bagi penggemar fantasy dan juga mereka yang suka sci-fi. Outlander memiliki cerita yang original dengan meramu elemen-elemen alien dan jaman viking menjadi film yang menarik. Enjoy!!!
——————-
Rating 3,5/5

Sebuah film thriller pembunuhan yang melibatkan teka-teki yang berkaitan dengan sang pembunuh dan korban selanjutnya. Sepanjang film, gw dipaksa untuk mengerti tentang filosofi, teori matematika, simbol-simbol, karena itulah yang disodorkan oleh The Oxford Murders.

Film ini hanya menawarkan ketegangan melalui dialog panjang, terka-menerka tentang siapa sang pembunuh, dan pemecahan simbol yang ditinggalkan si pembunuh tersebut. Dialog yang dipenuhi dengan rentetan kalimat filosofis dan teoritis super rumit-ribet, membuat gw agak kurang nyaman menonton film ini.

Selebihnya, cuma rasa penasaran tentang siapa si pembunuh-lah, yang bikin gw tetep nonton film ini sampai akhir. Untuk sebuah hiburan, film ini jauh dari menghibur. Jika anda penyuka film-film misteri ala detektif mungkin akan cocok dengan film ini. Seriously, film ini sebenernya bisa bagus, walau terkesan mengambil ide dari Da Vinci Code. Belom jodoh kayanya sama film ini hahahaha.
—————
Rating 2,5/5

Film dengan cerita yang sederhana tapi tetep nice dengan alur yang nga muluk-muluk. Film yang merupakan debut penyutradaraan Mary Stuart Masterson yang juga sekaligus artis ini, menceritakan seorang gadis yang bernama Georgia, yang mempunyai penyakit dan mengakibatkan dia cacat. Cerita berlanjut dengan pertemuannya dengan seorang pria bernama Beagle. Keduanya pun sepertinya ditakdirkan untuk terus bersama.

Tidak hanya berfokus pada hubungan antara Georgia dan Beagle. Cerita bercabang ke permasalahan-permasalahan keluarga di kedua belah pihak. Hubungan antara ayah dan anak, ibu dan anak, adik dan kakak, saling mengisi-menyempurnakan-menjadikan film ini kisah yang universal. Namun cerita tetap terpaku tentang bagaimana kisah antara Georgia dan Beagle selanjutnya.

Gw sebenernya bukan orang yang suka dengan genre-genre seperti ini, drama romantis (entah apa sebutannya) tapi juga bukan orang yang anti. Ketidakcocokan, mungkin kata yang tepat (Gw juga orang yang tidak cocok dengan romantisme di film Titanic). Jadi gw menganggap The Cake Eaters adalah film biasa aja, tidak ada yang perlu dilebih-lebihkan dan dikurang-kurangkan. Tapi salut untuk akting Kristen Stewart sebagai Georgia, tidak istimewa memang, setidaknya dia bisa membawakannya dengan baik.
———————–
Rating 2.5/5

Wah agak kecewa dengan penampilan Isla Fisher di film ini, perannya agak sedikit dipaksakan dan tidak istimewa, alhasil gw malah kurang menikmati filmnya walau jelas sekali klo ini film hiburan. Toh dari menit awal, gw udah rada boring dengan jalan ceritanya yang bagi gw terlalu memfokuskan pada kebodohan dan keteledoran si karakter utama yang doyan shopping itu. Dengan konflik yang sekali lagi klise, film ini jadi tidak meninggalkan kesan apa-apa.

Gw lebih suka Isla Fisher di Definitely, Maybe, dan film itu jelas lebih berkesan buat gw. Mungkin gw juga kurang cocok aja dengan film Confessions of a Shopaholic, walaupun begitu, film ini dengan gamblang memperlihatkan dampak besar jika seorang terlalu “gila” terhadap belanja dan menganggap belanja adalah segala-galanya. Mungkin ada sisi moral yang dapat dipetik dari film ini. Overall, film yang mendramatisir seorang shopaholic dengan beberapa bumbu komedi ini cukup menghibur ditambah dengan warna-warna cerah di filmnya.
——————
Rating 2.5/5

One thought on “Review: Friday The 13th, Coming Soon, 13 Going on 30, Outlander, The Oxford Murders, The Cake Eaters, Confessions of a Shopaholic.

  1. Weh…jadi inget pas nonton Friday the 13th saya ngajak adik2 saya nonton bareng…dan tiba2…wah ada adegan esek2nya, tidak sekedar esek2 tetapi vulgar, gelagapan dah saya nyari remote DVD buat stoping this movie…kalau inget jadi pengen ketawa…hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s