My Review is Sucks: Dead Girl

We can keep her ~ J.T

Rickie (Shiloh Fernandez) dan J.T. (Noah Segan), dua orang sahabat, pada hari itu memutuskan untuk “cabut” sekolah dan pergi bersenang-senang ke sebuah rumah sakit jiwa yang sudah tidak dipakai. Kejutan menghampiri mereka ketika di tempat tersebut, Rickie dan J.T menemukan seorang perempuan terikat rantai besi dalam keadaan tanpa busana sehelai pun alias telanjang bulat. Rasa penasaran dan kebingungan tidak membuat mereka untuk melaporkan penemuan ini ke polisi, justru J.T bersikeras menyimpannya, walau sebelumnya sudah beradu mulut dengan Rickie yang berpikiran untuk melapor ke polisi karena takut perempuan ini korban penculikan. Keesokan harinya diketahui bahwa ternyata perempuan yang mereka temukan “tidak bisa mati”, setelah J.T menembaknya tiga kali, perempuan ini masih saja tetap hidup. Mereka berjanji untuk merahasiakan ini, tapi J.T mengingkari dengan membawa Wheeler (teman Rickie dan J.T). “Dead Girl” (nama panggilan perempuan ini) dijadikan pelampiasan nafsu J.T dan Wheeler, hanya Rickie yang masih waras untuk tidak ikut terlibat dan punya rencana untuk membebaskan perempuan tersebut. Tapi sepertinya ide melepaskan “Dead Girl” adalah suatu kesalahan.

Gruesome! Film ini punya caranya sendiri dalam menyampaikan arti “sadis” dan sukses menyampaikannya dengan cara yang terlampu unik dan bisa dibilang original. Apalagi ketika suguhan menarik dari film yang berdurasi 101 menit ini dilengkapi dengan pertanyaan-pertanyaan moral dari para pemainnya. Apakah iya sebegitu desperatenya para remaja berusia tanggung ini sampai harus “memperkosa” perempuan yang jelas-jelas sudah tidak bernyawa, tapi kelihatan hidup. Marcel Sarmiento dan Gadi Harel (sutradara) mengemas tindak-tanduk Rickie dan kawan-kawan dalam usahanya menyembunyikan sang “Dead Girl” dengan baik dan terarah, mereka tahu pasti film garapannya ingin dibawa kemana. Walau berjalan dengan pace agak lambat dalam menceritakan kisahnya, “Dead Girl” justru bisa mengawal kita dengan baik dari awal hingga akhir film, itu berkat tempelan-tempelan intrik yang tersisip dengan pas. Film ini bahkan akan terlihat seperti film-film remaja lain, tapi bedanya dengan tambahan horor mengerikan ternyembunyi di ruang bawah tanah rumah sakit jiwa.

Intrik- intrik seperti: cinta dan persahabatan, sepertinya memang hanya akan menjadi hiasan pada awalnya, toh karena kita juga akan selalu diajak untuk penasaran dengan tokoh perempuan telanjang, bertanya-tanya kebejatan apalagi yang akan dilakukan J.T dan Wheeler kepadanya. Namun pada akhirnya intrik-intrik yang berseliwuren tersebut ikut berbaur juga, menjadi satu kesatuan cerita yang sangat menarik. Kita tak akan pernah tahu bagaimana nasib Joane, gadis yang disukai oleh Rickie yang juga teman sedari kecilnya, sampai betul-betul melihat film ini sampai selesai. Marcel dan Gadi meramu kisah cinta, persahabatan, dan juga horor-zombie ini dengan begitu baik dengan cerita yang digagas oleh aktor film-film troma Trent Haaga (wajar kalau begitu jika film ini agak menyimpang dan sedikit nyeleneh). Horor film ini bukan tipikal sajian yang akan membuat penontonnya loncat dari kursi atau berteriak histeris, tapi sebuah sajian yang akan membuat berpikir “manis” dan berkata “menjijikan”.

Sebuah sajian “indie” yang bisa memuaskan dahaga kita akan film-film low budget yang berkualitas dari segi penyampaian, kemasan, dan isi cerita, itulah “Dead Girl”. Film ini juga dengan hangat menyapa fans horor khususnya penggemar film-film berembel-embel zombie. Walau tidak berlebihan memasukkan unsur film zombie dan pakem-pakem gore fiesta-nya, film ini sudah cukup menampilkan sesuatu yang langka lewat visual yang sangat mengganggu. Visual tersebut datang dari si “Dead Girl” itu sendiri, betapa tidak mengganggu ketika kita dihibur oleh tontonan perempuan telanjang yang lambat laun membusuk. Tubuh molek model bernama Jenny Spain, dijadikan tumbal, dipoles secukupnya dan selanjutnya dibiarkan terbaring begitu saja, dengan bentuk tulang dan luka yang ditampilan dengan detil zoom kamera. Yah! Bukannya mengundang air luar (bagi para pria) tubuh “gadis mati” ini justru akan membuat kita bergidik ngeri plus meringis karena kasihan (berarti anda satu tim dengan Rickie). Secara keseluruhan film ini dapat tampil baik menciptakan sebuah horor yang baru dengan cerita yang unik dan juga original (tapi sepertinya gw pernah melihat film model serupa, tapi lupa, entahlah). Sebuah horor yang meracik ketegangan, rasa penasaran, dan isu moral dengan level yang berimbang. Lihat baik-baik wajah “Dead Girl” niscaya anda akan jatuh cinta, enjoy!!

Rating: 3.5/5

2 thoughts on “My Review is Sucks: Dead Girl

    1. itu pertanyaan besar di film ini, gw jg nga tahu asal-muasal deadgirl, dan film ini emang nga ngejelasin apa-apa (entah klo gwnya yg missed, tapi kayanya emang nga ada penjelasan ya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s