My Review is Sucks: Green Zone

General, my name is Roy Miller, I’m a chief warrant officer with U.S army ~Roy Miller

Roy Miller (Matt Damon) bersama timnya bertugas untuk mencari senjata pemusnah massal yang disinyalir disembunyikan oleh pemerintah Irak di beberapa tempat. Melalui informasi intelijen Amerika Serikat, Roy mendatangi satu demi satu target sasaran yang diyakini tempat persembunyian senjata yang menjadi alasan Amerika Serikat untuk menyerang Irak ini. Namun sayangnya entah kesalahan intelijen atau bukan, Roy justru tidak menemukan apa-apa. Sebaliknya Roy bersama anak buahnya hanya menemukan pabrik toilet, di salah satu target operasinya. Hal tersebut memicu tanda tanya besar di kepala Roy, apakah senjata ini benar-benar ada? Atau hanya rekayasa. Seorang agen CIA, bernama Martin Brown (Brendan Gleeson), menawarkan bantuannya kepada Roy untuk menemukan kebenaran, dilain pihak Roy juga mendapat tekanan dari orang yang punya kuasa langsung dari pemerintah di Washington. Sendirian, Roy mempunyai misi baru, bukan lagi senjata pemusnah massal, melainkan mencari kebenaran.

Paul Greengrass yang sukses membesut dua film Bourne, kembali mengajak Matt Damon untuk bermain di dalam film terbarunya. Film yang dibintangi pemeran tiga film Bourne tersebut bukan lanjutan kisah agen yang hilang ingatan bernama Jason Bourne, melainkan film action berbalut politik berjudul “Green Zone”. Pertama mari membahas soal detil suasana perang di film ini, Paul dan tim-nya wajib diberi acungan jempol dalam usahanya menghadirkan Irak pasca infasi Amerika Serikat dengan begitu realistik. Suasana perang itu makin terasa nyata, ketika visual “kekacauan” diperlihatkan secukupnya dan tidak terlalu didramatisir atau berlebihan. Film ini berhasil membangun kembali Irak di tahun 2003 kental dengan bangunan hancur disana-sini dan sisa-sisa peperangan, sekali lagi dibuat sangat realistis. Bagaimana dengan filmnya sendiri setelah didukung oleh setting tempat yang begitu “menggoda” mata? Paul Greengrass berhasil membawa intensitas ketegangan yang tepat ke dalam filmnya, dengan gaya penyutradaraan yang khas.

Film yang diinspirasi oleh sebuah buku non-fiksi berjudul “Imperial Life in the Emerald City” yang ditulis oleh seorang jurnalis, Rajiv Chandrasekaran ini, tak pelak menjadi sebuah hiburan yang menegangkan tidak saja dari action (dengan gaya kamera yang terus bergerak) yang mengingatkan kita dengan film-film Bourne, tapi juga dari pernak-pernik ketegangan yang dihasilkan dari situasi politik Irak saat itu. Bumbu-bumbu konspirasi yang melibatkan pemerintah Amerika Serikat pun makin menambah keasyikan untuk menonton film ini. Paul Greengrass dengan apik juga sempat menyisipkan isu-isu moral kepada filmnya dan tentu pada tokoh utama, dengan tidak serta-merta mengajak kita secara langsung untuk benci dengan Amerika Serikat. Setidaknya film ini dengan sangat baik dapat menggambarkan situasi “sebenarnya” dari Irak pada saat itu, entah apakah kebenaran yang terungkap disini adalah fakta atau hanya dramatisasi fiksi sebuah film. Secara keseluruhan “Green Zone” tampil “menggiurkan” dengan action-prima yang disuguhkan oleh Matt Damon (Jason Bourne dengan balutan seragam tentara bukan lagi pakaian sipil). Jika anda penggemar Bourne, film ini mungkin saja akan menjadi pelepas rindu sampai suatu saat Bourne benar-benar dilanjutkan. Enjoy!

Rating 3.5/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s