My Review is Sucks: Paranormal Activity

No, you haven’t been making progress, and you’re *not* in control. *It* is in control, and if you think you’re in control, then you’re being an idiot! Not a single thing you’ve done has helped, and I’m sorry, I don’t mean to burst your bubble, but the camera hasn’t helped and the stupid footprints haven’t helped; do you think that thing would have left footprints if it didn’t want to? No! It did it because it wanted to! It wanted you to find my photo, it can be anywhere, it can hear what we’re saying right now. ~ Katie

Micah dan Katie seharusnya senang sebagai pasangan yang baru saja pindah rumah. Namun kebahagiaan mereka sedikit terusik oleh “orang ketiga”, tunggu dulu orang ketiga disini bukan seseorang yang hendak merusak hubungan mereka, melainkan sosok hantu yang mengganggu ketenangan hidup mereka. Belakangan diketahui, ternyata fenomena ini sudah menghantui Katie sejak dia masih kecil. Penasaran dengan apa yang sebenarnya mengganggu mereka, Micah pun membeli sebuah kamera. Micah berencana untuk merekam seluruh aktivitas aneh di rumah baru tersebut, berharap akan beruntung menangkap sosok apapun itu kedalam kamera. Micah dan Katie juga mengundang seorang cenayang bernama Dr. Fredrichs, yang diharapkan dapat menjawab pertanyaan kedua pasangan ini tentang apa yang sebetulnya terjadi di rumah mereka.

Misteri yang melibatkan lantai dua di rumah itu dan Katie pun sedikit terungkap oleh kedatangan Dr. Fredrichs. Sang cenayang tersebut menceritakan kalau ternyata selama ini ada sosok iblis yang mengganggu mereka dan akan mengikuti Katie kemanapun dia pergi. Cerita menakutkan itu makin membuat Katie ketakutan setengah mati, lain halnya dengan Micah yang sepertinya masih tidak peduli dan merasa tertantang untuk merekamnya di kamera. Dr. Fredrichs merekomendasikan untuk menghubungi orang yang khusus menangani kasus ini karena dia sendiri tidak sanggup untuk berurusan dengan fenomena yang jelas di luar keahliannya tersebut. Sayangnya, Micah berusaha meyakinkan Katie, kalau dia dapat menangani ini sendiri tanpa bantuan pengusir setan.

Malam pun tiba, kamera telah siap di sudut kamar tidur, mengambil gambar seluruh area kamar. Pintu kamar yang dibiarkan terbuka tampaknya disengaja untuk menangkap setiap gerakan dan fenomena gaib di luar kamar. Micah dan Katie pun bersiap untuk tidur, mematikan lampu dan membiarkan apapun yang terjadi nantinya akan terekam oleh kamera. Apa yang selanjutnya terjadi pada malam itu dan malam-malam berikutnya? Apakah sosok pengganggu itu akan menampakkan dirinya?

Paranormal Activity, menawarkan pengalaman horor yang berbeda dengan yang lain, dengan penyajian yang sama dengan Blair Witch Project, film yang sebenarnya sudah rilis dari tahun 2007 ini (dari festival ke festival), hadir bukan saja menakuti tapi mengirimkan mimpi buruk ke setiap penontonnya. Gaya pengambilan gambar yang unik membuat seolah-olah film ini nyata sebuah rekaman pribadi milik seseorang, dengan kata lain video asli milik Micah dan Katie. Sampai-sampai ada desas-desus yang menyatakan kalau film ini adalah kejadian nyata dan bukan dimainkan oleh aktor dan aktris. Kenyataannya film ini memang fiksi alias buatan seorang sutradara bernama Oren Peli, dengan bujet film yang amat sangat kecil, sekitar 11 ribu dollar.

Dengan bujet yang tidak begitu besar, film ini toh bisa nyaman pada akhirnya duduk di singgasana box office. Kunci keberhasilan film ini ada pada bagaimana film ini dapat dikemas dengan kesederhanaan. Alur ceritanya dibuat senyata dan se-natural mungkin tidak terlalu berbasa-basi tapi tepat sasaran meneror setiap bangku penonton yang telah terisi. Kesederhanaan itu juga dapat dengan indah terbalut dengan cara film yang berdurasi 86 menit ini menjaga ketegangan dan mengontrol ketakutan penonton dari adegan demi adegannya. Dari hanya merinding ketakutan sampai pada level dimana penonton dipaksa untuk meloncat dan menutup mata. Dengan formula sesederhana itu, film ini sesederhana itu juga menjadi salah satu horor terbaik tahun lalu. Setelah menonton film yang pun kita mungkin masih akan mengalami mimpi buruk atau setidaknya takut untuk tidur sendiri. Enjoy!

Rating: 4/5

16 thoughts on “My Review is Sucks: Paranormal Activity

  1. suka film ini! sebetulnya sih awalnya gak takut” banget, dibioskop juga gak jerit banget
    tapi ya pas pulang dn tidur, baru terasa atmospheric horrornya, gue pikir Peli bisa jadi the next Shyamalan

    1. wih gw juga nonton pas inafff kemaren, berarti kita satu studio nih😀

      keramat jelas kalah dibanding film ini
      tapi keramat termasuk salah satu horor Indonesia terbaik
      menurut saya🙂

  2. kayaknya cuman saya doang disini yg gak suka film ini hahaha kalau menurut saya sih entah kenapa film ini ngebosenin banget dan gak begitu serem atau karena saya gak nonton di bioskop ya? (tapi saya nonton sendirian, malem2 dan lampu dimatiin hahaha) saya jauh lebih suka blair witch project hehehe opini saya doang sih…

  3. hummm entah mengapa saya tidak ngerasa sensasi ketegangannya ..bengongggg dari awal ampe pertengahan…memang di klimaks menuju endingnya saya terkaget [spoiler], hanya itu frame yang mengagetkan …hhahahahahaha..totali saya heran kenapa si steven spilberg tertakut2 nonton ni film…coba dy nonton horor indo pasti bakal nyesel kalo bilang paranormal activity pilem terserem..hahaha just subjective perspective hahhahaa

  4. hummm gag serem2 amat sih malah dari awal membikin bosen bengong dah ampe nemuin klimaksnya pas ending gag nyangka kalo [spoiler] ..hehehheheheeheh….heran kok spilberg bisa ketakutan bgt ya nonton ni film???bandingin ama keramat gimana???hahahahha

  5. heheheh maaf komenku dobel tak kira gag bakal masuk alna error mjulu..btw salanm kenal..add blog ku di blogroll mu yah hahahahahahahahahahahhaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s