My Review is Sucks: The Ghost Writer

If we meet any terrorists, I’ll text you.  ~ Ruth Lang

The Ghost yang pada awalnya punya tugas sebagai penulis memoir Adam Lang, seorang mantan perdana menteri Inggris, seketika melompati wewenangnya. Dia kini terpancing untuk menyelidiki kebenaran di balik kasus besar kliennya tersebut. Niat sederhana untuk lebih mengenal Adam Lang agar memoirnya menarik dan lengkap, justru mendorong The Ghost makin dalam, mencampuri kehidupan kliennya. Dari bukti yang satu ke bukti yang lain, The Ghost seperti melangkah di tempat yang berkabut tebal, dia tidak tahu apa yang menunggunya di ujung jalan, kebenaran apa yang sedang menantinya untuk diungkap. Drama, misteri, thriller, dan tema politik mewarnai setiap langkah kita dalam menapaki jalan cerita yang dibangun dengan sangat halus oleh Roman Polanski. Ketika cerita pada akhirnya berubah menjadi film “detektif”, kita akan makin disuguhkan sajian sinema yang menarik dari sutradara The Pianist tersebut.

“The Ghost Writer” benar-benar istimewa, Polanski nantinya bukan saja mengisi filmnya dengan gambar-gambar indah namun juga bisa dibarengi dengan plot yang tak tercerai berai. Sejak film ini dibuka, fokus filmnya telah terpaku pada si tokoh utama yaitu The Ghost, yang tidak pernah diperkenalkan nama aslinya ini. Dia mendapat pekerjaan sebagai penulis memoir seorang mantan perdana menteri bernama Adam Lang. Di benak pria Inggris ini hanya ada satu, yaitu dia melihat peluang besar menulis untuk orang besar sekaligus penting, proyek yang bisa saja lebih mengangkat namanya. Namun dibalik cerahnya pekerjaan baru yang diterimanya, berbagai masalah muncul satu-persatu membayangi layaknya mendung yang mulai datang. Selain penulis sebelumnya tewas dengan cara mengenaskan, The Ghost juga sempat dirampok oleh orang tidak dikenal, dia mengambil kesimpulan hal tersebut terjadi karena proyek memoir Adam Lang ini. Tapi pertanyaan pentingnya sekarang adalah apa yang membuat proyek ini begitu sensitif dan sepertinya juga berbahaya?

The Ghost terbang ke Amerika, dimana Adam Lang sekarang tinggal setelah pensiun dari dunia politik Inggris. Mantan perdana menteri tersebut hidup cukup terisolasi di sebuah pulau dengan rumah yang dijaga dengan keamanan yang sangat ketat. Dirumah tersebut Adam tinggal dengan istrinya Ruth dan asisten pribadi bernama Amelia. Segera setelah, The Ghost bertemu dengan Adam dan mulai mengerjakan memoirnya, sebuah skandal besar menghampir sang mantan perdana menteri. Adam dituduh sebagai penjahat perang karena sudah memberikan autorisasi untuk memberikan wewenang kepada CIA untuk menangkap serta menyiksa beberapa orang yang dicurigai sebagai teroris. Pekerjaan The Ghost pun akhirnya tersandung masalah ini dan mulai tersendat-sendat ketika Adam sendiri juga harus menyelesaikan kontroversi ini. Semua makin ruwet ketika pulau yang sebelumnya sepi sekarang dipenuhi oleh media. Rumah Adam Lang pun dikepung oleh wartawan dan juga para pendemo, yang kontra terhadap kebijakan Adam.

Disinilah cerita berkembang bersamaan dengan The Ghost yang berubah dari penulis menjadi seorang detektif, sekaligus diburu oleh orang-orang tidak dikenal. The Ghost berasumsi Lang ada hubungannya dengan CIA dan hal ini yang membuat pendahulunya yang juga menulis memoir tewas, apakah pendahulunya menemukan sebuah bukti yang sangat penting? Jika anda tergolong penonton yang cepat bosan, maka mungkin film ini akan kurang cocok, karena Polanski membangun plot dan jawaban-jawabannya dengan tidak terburu-buru dan bisa dikatakan lambat. Namun bagi penggemar cerita bertema thriller berbalut konspirasi politik, bisa dipastikan film ini adalah untuk anda. Walau film ini berjalan lambat dalam menjawab segala rasa penasaran kita, namun hal tersebut tidak terasa karena Polanski bisa mengemasnya dengan formula ajaibnya yang sangat mujarab menghilangkan rasa bosan ketika menonton karya terbarunya ini.

Polanski cermat dalam urusan melepas jawaban demi jawaban yang membuat penonton penasaran sejak tiba di pulau yang jauh dari peradaban kota besar tersebut. Film ini akan selalu membuat kita tergiur untuk tetap menunggu apa arti dari foto yang ditemukan The Ghost atau siapa pemilik nomor telepon misterius itu. Nah ketika setiap jawabannya terungkap, hal itu menjadi kepuasan tersendiri bagi kita yang dari awal sabar menunggu. Polanski juga tidak asal memberi jawaban, karena dia memberikan jawaban terbaik dan terkesan tidak terpaksa untuk nantinya dikait-kaitkan untuk berhubungan dengan jalan cerita atau agar filmnya terlihat pintar. Dengan kesederhanaan, yah karena begitulah film ini terasa, Polanski sudah membuat filmnya pintar dengan sendirinya dan film ini tidak serumit apa yang mungkin kita bayangkan bila melihat tema konspirasi politiknya.

Satu yang membuat kita mesti angkat topi adalah, dedikasi dan kegigihan Polanski dalam menyelesaikan film ini sampai akhirnya rilis. Polanski menyelesaikan hal yang berkaitan dengan post production ketika didalam penjara, yah hal ini terjadi pada saat dia harus tersandung kasus yang menyebabkan dia harus menekam di penjara Swiss. Sutradara yang terakhir membesut Oliver Twist ini juga harus pasrah ketika tidak bisa menghadiri pembukaan filmnya di Berlin International Film Festival. Semua upayanya terbukti tidak lah sia-sia karena film ini tampil sangat baik. Dengan ceritanya yang menghibur dan tidak membosankan, film ini menambah nilai plusnya dengan pengambilan gambar yang terlampau menarik dan indah lewat kamera yang dikawal oleh Pawel Edelman. Suasana suram dan misterius dari pulau benar-benar tertangkap dengan tepat, menghantar mood yang pas kepada penonton untuk ikut merasakan suasana hati The Ghost yang diliput rasa penasaran sekaligus ketakutan. Awan-awan yang bergerak sempurna, rumput liar yang terayun gemulai, kehidupan yang mengalir “dark” dengan angle-angle unik, telah berhasil menghipnotis kita untuk terus duduk dengan manis sampai film berakhir.

Terakhir mari kita lihat para pendukung film ini yang sudah bermain maksimal dan berakting apik. Ewan McGregor yang bertanggung jawab untuk lakon The Ghost, secara luar biasa bisa menuntun kita dengan lancar dari awal sampai akhir, aktingnya sangat cocok sebagai penulis yang sedikit “pemberontak” berubah menjadi “holmes”. Apalagi ditambah dengan celetukan-celetukan humornya yang menghibur. Pierce Brosnan yang justru ternyata kebagian porsi lebih sedikit, juga bisa membawakan perannya dengan baik sebagai Adam Lang yang terpojok dan misterius. Peran yang memancing perhatian dari film dimulai jatuh kepada Olivia Williams, yang tampil dengan performa terbaik sebagai seorang istri yang terbebani oleh masalah suaminya, tapi juga berhasil menyembunyikan mimik wajah sebenarnya atas apa yang terjadi. Olivia bisa dikatakan nyawa kedua di film ini karena dia punya porsi penting dalam upaya menyesatkan penonton. Secara keseluruhan film yang didaptasi dari novel “The Ghost” karya Robert Harris ini jauh memuaskan dari apa yang diekspektasikan. Walau bergerak dengan tempo tidak terburu-buru tapi film ini berhasil menghibur dengan jalan cerita yang tidak terlalu berat. Kisah konspirasi politik yang menarik dan layak untuk diikuti sampai selesai. Enjoy!


7 thoughts on “My Review is Sucks: The Ghost Writer

  1. Agreed
    Polanski berhasi membalut genre political thriller yang supposedly membosankan jadi lebih menarik,
    adan Olivia Williams, whew! how can she act like that? rapuh tapi juga kuat?

  2. akhir nya nulis review film ini juga kan , hehehehehehe….

    mantab gan… memang alus pisan dan film ini, wekekekeke…. biar genre nya agak berat (politik) tp gk membosankan sama sekali….

    polanski!!! NICE JOB…!!

  3. @Budi Cahyono, wah layak bgt nih film nonton di bioskop, semoga masuk ke surabaya yah

    @movietard, yeah si Olivia Williams itu awesome disini

    @xcatra, bener cat nga bosenin…

  4. gw baru aja nonton di bioskop dan ga ngerti banget filmnya.
    thanks banget yaa atas reviewnya. cukup membantu gw untuk paham😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s