The Best Movie Opening Part 2

Tak lengkap rasanya jika gw tidak melunasi janji untuk melanjutkan artikel iseng tentang parade adegan pembuka film yang sebelumnya berakhir di part 1. “I’m a man of my word” (sedikit menyontek kata-kata joker) akhirnya gw selesai melengkapi artikel pendahulu dengan bagian kedua, yang sama-sama berisi film dengan opening yang menurut gw keren, jenius, sinting, dan tak terlupakan. Tadinya gw mau membuat sesuatu yang spesial dengan mengisi semua nomornya dengan film Indonesia, tapi keterbatasan ingatan dan tidak tersedianya film yang mau dimasukkan (bilang aja males lol), akhirnya gw hanya memasukkan 2 film Indonesia saja kali ini, tapi akan lebih banyak film lokal untuk tulisan kedepannya nanti. Gw lagi malas untuk berbasa basi jadi silahkan nikmati persembahan kecil gw ini, terima kasih.

Catatan Akhir Sekolah

Jika gw bertanya soal adegan pembuka favorit atau paling the best, hmm judul film ini selalu saja muncul. Tidak salah memang jika banyak yang ingat dengan adegan yang di syut selama 10 menit tanpa henti ini, karena memang berhasil mencuri perhatian. Kalau bisa dibilang adegan panjang ini adalah maskot film ini selain ketiga cowok bandel yang jadi tokoh utamanya. Gw sendiri sangat menyukai opening ini, jarang-jarang film lokal yang begitu serius dan niat untuk menggarap pembuka film seperti ini. Hanung selaku sutradara sukses menyeret kita masuk kembali ke masa-masa sekolah, bernostalgia lagi sewaktu zaman SMA, dan teringat betapa menyebalkannya harus bangun pagi. Lewat adegan ini Hanung juga sukses merangkum memori indah kita akan SMA, memotretnya menjadi adegan 10 menit yang tak terlupakan.

The Fall

3 menit paling apa yah sebutannya…tak bisa gw ungkapin sama seperti keseluruhan film yang memang sulit dipaksakan untuk direview oleh kata-kata. Adegan pembuka di “The Fall” ini memang maha sakti dalam upayanya membangun mood penonton lewat gambar gerak lambat yang begitu indah. Pengambilan gambar yang dibalut hitam dan putih ini dipadukan dengan iringan musik dari Symphony No 7 In A Major, Op.92 (2-Allegretto) milik Beethoven yang berawal lembut namun berakhir dengan menggetarkan hati. Seperti yang gw bilang, sempurna dalam membangun mood sebelum filmnya dimulai. Intro yang menghantarkan kita pada sebuah orkestra keindahan dan kehidupan yang tidak ada duanya. Excellent! >> video preview

12 Monkeys

“5 billion people will die from a deadly virus in 1997…” petikan mengejutkan yang lalu dilanjutkan dengan gerombolan monyet-monyet yang melingkar tanpa akhir. Parade aneh dari monyet-monyet ini seakan menghipnotis, sekaligus sebenarnya memberitahukan penonton seperti apa isi filmnya, yah memang berputar-putar mengasyikkan layaknya sedang menaiki komidi putar. Musik pengiringnya pun dengan pas menghantarkan mood, gw layaknya ada di sebuah sirkus dengan monyet-monyet di dalamnya. Tonet…tonet! >> video preview

This is England

Politik, budaya, sejarah, perang, semua dikemas menjadi satu dalam adegan pembuka film karya Shane Meadows ini. Sebuah perkenalan yang menghantarkan kita memasuki Inggris di tahun 80an, dimana revolusi budaya dan musik sedang berjalan bergandengan dan membentuk sebuah identitas baru anak-anak muda Inggris pada saat itu. Yah inilah potret dari subculture bernama skin head yang muncul di tahun 70an itu, opening ini memang menceritakan sedikit tentang mereka dan hanya mempertontonkan kekerasan dimana-mana. Cukuplah sebagai sebuah pondasi yang membentuk mindset (tentu tidak banyak) dan mood untuk akhirnya kita diperkenalkan dengan Shaun, Combo, Woody, dan kawan-kawan skin head lainnya. Musiknya benar-benar mengajak gw untuk bergoyang. >> video preview

Kungfu Panda

Okay gw akan menyisipkan satu film animasi favorit (kok bukan pixar, simpan yang terbaik untuk nanti). Lucu ketika sebuah film animasi 3-D diawali dengan sebuah kisah yang dikemas dengan kartun 2 dimensi. Apalagi ditambah dengan munculnya sebuah logo Dreamworks Animation yang direkayasa untuk pas dengan film ini. Tapi memang bukan sebuah hal baru sih, ketika logo-logo studio besar berubah penampilan karena entah itu menyesuaikan filmnya atau merayakan sesuatu. Adegan pembuka ini mampu menyajikan hiburan tersendiri, lucu, penuh warna-warna yang memanjakan mata. Apa yang gw cintai disini adalah musiknya. Lanjut ya… >> video preview

Snatch

Salah satu adegan opening yang jenius dan memang sepertinya mewakili keseluruhan film yang dikemas brilian oleh Guy Ritchie. Perpindahan adegan dari adegannya begitu unik sambil memperkenalkan karakter-karakter yang nantinya juga berperan tak kalah uniknya. Avi si pedagang berlian lalu ada Sol, Mickey yang diperankan Brad Pitt, Vinny, Franky Four Fingers, Turkish sang promotor, George, Tommy, Tony sang algojo, Boris si orang Rusia, Doug,  Brick The Top, semua bergantian muncul memperkenalkan diri di film yang bersetting dunia kriminal bawah tanah Inggris ini. Jenius! >> video preview

Contact

Gila! Itulah kata pertama ketika melihat tampilan luar angkasa yang menjadi pembuka film yang dibintangi Jodie Foster ini. Suara hingar bingar film, radio, terdengar dari luar bumi dan seolah-olah ada yang mengamati planet kita, gw pun di sulap jadi orang bodoh dan bertanya-tanya kembali “apakah kita sendiri?”. Ketika gw asyik memandangi indah-nya bumi, perlahan “mata” yang mengamati bergerak menjauh. Suara-suara yang tadinya terdengar saling tumpang-tindih, lambat laun makin hilang bersamaan dengan semakin dijauhkannya kita dengan bumi, melewati berbagai planet dan bintang sampai akhirnya kita terlempar jauh dari galaksi bimasakti. Sebuah opening yang brilian! >> video preview

The Kingdom

Sebuah perpaduan tipografi yang cantik dengan adegan-adegan yang memperlihatkan sejarah panjang kerajaan Arab Saudi, “pertemanannya” dengan Amerika, lalu lembaran kelam yang terjadi dari tahun ke tahun. Adegan pembuka ini dikemas dengan begitu manis dibalut dengan tone warna “tua” dan tata huruf-huruf yang ditempatkan pas, alhasil sebuah karya artistik yang mengalir cantik memperkenalkan para pemainnya, sutradara beserta awak kru lainnya di film ini. >> video preview

Zombieland

Salah satu film terbaik tahun lalu, tentu saja dari daftar “amatir” gw yang tidak tahu apa-apa tentang film. Tak usah berbicara soal filmnya yang total dalam menghibur gw yang notabennya penggemar film-film zombie. Openingnya adalah sebuah karya artistik yang mengerikan, campuran antara adegan-adegan zombie yang menjijikkan, gerak lambat yang bagi gw jenius, dan tidak lupa tipografi yang melebur menjadi satu kesatuan dengan gambar yang bergerak perlahan. Semua itu membuat gw makin terasa di puncak orgasme, saat “For Whom the Bell Tolls” dari Metallica terus menerus mencabik otak saya nada-nada keras namun lembut menggetarkan hati. Melihat opening ini gw seolah-olah diajak untuk merinding sekaligus ber-headbanging ria bersama sang legenda metal. Superb! >> video preview

Pintu Terlarang

Siapa saja yang tidak pernah membaca sinopsis atau melihat trailernya, mungkin akan menyangka ini film action yang penuh adegan laga. Ulah musik yang bersorak-sorai dari awal hingga akhir opening ini memang bertanggung jawab dalam urusan mengubah pikiran penontonnya, memutar-balikkan fakta kalau ini sebenarnya sebuah thiller bukan film jagoan komik. Visual-visualnya pun tertata rapih seolah memberikan sedikit bocoran tentang keseluruhan isi film yang akan dipenuhi dengan darah dan tanda tanya. Yah film yang disutradarai oleh Joko Anwar ini memang banyak ulah dalam artian positip termasuk menyajikan sebuah adegan pembuka yang pada kenyataannya terkunci dalam pikiran siapa saja yang pernah menontonnya. Sama seperti filmnya yang berani untuk tampil beda, openingnya pun ikut percaya diri dalam menampilkan sesuatu yang beda. Dari hanya melihat adegan yang kontras dengan warna merah dan kuning ini, gw cukup diberikan bisikan kecil bahwa film ini akan memuaskan, ternyata terbukti benar. Sinting!

(video from youtube, picture/montage from various source on internet, catatan akhir sekolah & pintu terlarang’s montage by raditherapy)

One thought on “The Best Movie Opening Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s