My Review is Sucks: Fanboys

What if the movie sucks? ~ Eric

Seorang fans fanatik Star Wars mana yang tidak tergiur untuk mencicipi lebih awal film yang dia tunggu-tunggu, apalagi ketika tidak harus menunggu sampai setengah tahun lagi hanya untuk menunggu kisah terbaru para ksatria Jedi memerangi “dark force”. Bagi Eric Bottler (Sam Huntington), Linus (Chris Marquette), Windows (Jay Baruchel) dan Hutch (Dan Fogler), bisa menonton “Star Wars Episode I: The Phantom Menace” lebih awal adalah impian gila mereka, sejak masih anak-anak saja mereka sudah merencanakan untuk menyelinap masuk ke Skywalker Ranch, yang notabennya adalah markas “rahasia” dari George Lucas. 3 tahun tidak bertemu sejak lulus SMU, Eric dan kawan-kawan yang kembali reuni di sebuah pesta Halloween ternyata masih memendam ide gila tersebut. Ketika diketahui Linus ternyata mengidap penyakit kanker dan tidak lama lagi berada di dunia ini, ketiga sahabatnya yang lain memutuskan untuk menjadikan rencana ini jadi kenyataan demi Linus. Setelah berhasil membujuk Linus, berangkatlah mereka.

Perjalanan menuju Skywalker Ranch yang bermodalkan kenekatan, persahabatan, serta informasi rahasia yang didapat dari teman chatting Windows, bukan tanpa rintangan. Layaknya Luke dengan misi menghancurkan Deathstar, keempat sahabat ini juga tidak akan semudah itu untuk sampai ke tujuan lalu mencuri film. Hutch yang menyetir mobil van-nya yang telah disulap menjadi “merchandise” berjalan ini –lengkap dengan R2D2 diatap mobil, lukisan yang sama dengan poster film pertama Star Wars, didalam mobil dihias layaknya kokpit sebuah pesawat tempur— lalu sengaja mengambil jalan lain untuk bertemu dengan musuh bebuyutan mereka, para Trekkies (fans Star Trek). Pertarungan dengan para trekkies, terjebak di bar yang dipenuhi laki-laki gahar namun gay, ditangkap polisi, sampai memicu kekacauan di Las Vegas, akan mengisi petualangan Eric dan kawan-kawan sebelum nantinya sampai ke Skywalker Ranch. Sukseskah mereka?

Kecintaan terhadap film atau apapun itu memang terkadang bisa memicu berbagai hal yang mungkin jika dilihat oleh orang lain yang “normal”, itu adalah sesuatu yang aneh. Tidak terkecuali dengan Eric dan tiga sahabatnya yang sudah lama menyatakan kesetiaan mereka kepada Star Wars. Ketika teman-teman mereka yang lain datang ke sebuah pesta dengan kostum biasa, para “geek” ini justru muncul dengan kostum Darth Vader. Film ini pun berlanjut memperkenalkan dunia fans Star Wars, yah tentu saja dengan tambahan dramatisasi disana-sini, termasuk Linus yang mengidap penyakit kanker. Kyle Newman, yang duduk di bangku sutradara, pun tidak setengah-setengah memasukkan semua unsur “fans” di film ini, mengajak saya yang juga menyukai dunia Star Wars (walaupun tidak sefanatik orang-orang di film ini) untuk sama-sama berpetualang dengan Eric dan yang lainnya, saya seakan diajak bersama mereka untuk mencuri “episode 1”.

Lalu bagaimana soal ramuan ceritanya? apakah semenarik pernak-pernik fanatisme Star Wars di film ini? saya bisa bilang biasa saja. Cerita yang ringan, plot yang tidak berbobot dan hal-hal berbau klise memang menempel erat sejak pertemuan awal kita dengan film ini. Tetapi entah kenapa saya tidak terlalu memusingkan soal ceritanya yang biasa, karena saya justru bisa terhibur dengannya. Beberapa suapan humor-humornya juga masih bisa membuat saya tertawa, walau bagi sebagian orang mungkin komedi yang disajikan rada aneh atau tidak lucu. Biarlah, saya masih menganggap kelucuan demi kelucuan di film ini masih wajar dan tidak se-garing itu, apalagi ketika tiba saatnya pertarungan antara fans Star Wars versus Trekkies, yang pemimpinnya menghadirkan cameo dari Seth Rogen.

Film ini pun ditambah menarik ketika banyak unsur-unsur Star Wars yang dimasukkan ke beberapa adegan lucunya, selain di awal kita disuguhkan opening khas film karya George Lucas tersebut, lalu ada adegan “tempat sampah” yang terkenal itu, atau beberapa adegan yang “dipaksakan” memunculkan karakter filmnya (Darth Vader yang muncul dari papan billboard yang hancur). Kemunculan cameo pun menambah semarak film ini, semakin menguatkan posisi film ini layaknya sebuah tribut bagi Star Wars. Carrie Fisher yang tak lain adalah Princess Leia, disini muncul sebagai seorang dokter. Billy Dee Williams yang dahulu memerankan Lando Calrissian, hadir sebagai seorang hakim. Film ini juga tak lupa menghadirkan pemeran kapten James T. Kirk (Star Trek), William Shatner. Secara keseluruhan “Fanboys” memang tidak istimewa tapi semangat pantang menyerah yang di perlihatkan para fans ini menjadi hiburan tersendiri, saya pun tidak bosan menonton film ini untuk kesekian kalinya. Jadi kangen menonton Star Wars. Enjoy!

3 thoughts on “My Review is Sucks: Fanboys

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s