My Review is Sucks: Gettin’ the Man’s Foot Outta Your Baadasssss!

Sweetback ain’t here motherf****r! ~ Angry Brother

Apa yang akan kita lakukan untuk mengejar sebuah mimpi? bangun!, itulah yang harus dilakukan untuk mengejarnya. Pertama kita harus bangun dari “tidur” dan menggapai apa yang kita impikan untuk menjadi kenyataan, tidak hanya terus bermimpi lalu berharap akan durian runtuh. Gettin’ the Man’s Foot Outta Your Baadasssss! atau diringkas jadi Baadasssss! menceritakan kisah impian tersebut, seorang yang mengejar impiannya dan tidak pernah putus asa walau berbagai rintangan berdiri di depannya. Melalui Melvin Van Peebles kita akan dihadirkan sebuah kisah perjuangan dirinya dalam mengarungi lautan industri film di Hollywood. Lengkap dengan segala badai, ombak besar yang kerap menerjang keinginannya untuk membuat sebuah film independen, dari ketidakpercayaan berbagai produser, kehilangan sumber dana, sampai setumpuk masalah lainnya. Kisah ini yang coba diangkat oleh Mario Van Peebles (anak Melvin) ke layar lebar, mereka ulang kehidupan ayahnya ketika membuat Sweet Sweetback’s Baadasssss Song di tahun 1971.

Sebuah tribut dari anak untuk ayah tercinta, film biopik ini pun seperti menceritakan lagi bagaimana perjuangan Melvin (diperankan langsung oleh Mario) ketika dia merangkak menaiki tangga kesuksesan di Hollywood. Setelah merampungkan “Watermelon”, pihak Colombia Pictures menawarkan Melvin kontrak untuk membuat tiga film lainnya. Tetapi sepertinya yang ada di otaknya sekarang adalah film yang bisa mengangkat derajat kaum orang kulit hitam. Dia sudah muak ketika kulit hitam selalu dijadikan bahan lelucon oleh Hollywood, maka Melvin pun memutuskan untuk membuat film “tandingan” dimana orang kulit hitam melawan balik. Sweet Sweetback’s Baadasssss Song sayangnya tidak berjalan mulus ketika memulai produksinya. Tidak ada studio dan produser yang mau mendanai proyek ambisius ini. Melvin pun terpaksa memakai uangnya sendiri dan mulai melangkah maju dengan film independennya.

Bukan perkara mudah bagi Melvin untuk menyelesaikan film ini, kekurangan dana lalu kehilangan sumber dananya yang tertangkap polisi, menjadi kendala awal yang hampir saja membuatnya putus asa. Namun semangat, mimpi, dan obsesinya mengalahkan rasa putus asa tersebut. Bersama kru film yang dia cari sendiri, bercampur antara kulit hitam dan putih, Melvin segera memulai syuting dengan dirinya juga bermain sebagai tokoh utama. Adegan demi adegan berhasil diselesaikan oleh Melvin tapi sekali lagi harus bergandengan dengan masalah demi masalah yang bergantian muncul. Dari Melvin yang harus “memaksa” filmnya berpura-pura sebagai film porno sampai menghadapi masalah dengan keluarganya sendiri, ketika dia terpaksa memakai anaknya (Mario) untuk sebuah adegan seks. Rentetan masalah sepertinya tidak mau berhenti, termasuk kru-kru filmnya yang masuk bui karena kesalahpahaman. Apakah Melvin bisa menyelesaikan filmnya?

Sweet Sweetback’s Baadasssss Song bisa dikatakan sebagai tonggak sejarah perfilman di Hollywood, khususnya industri film kaum Afrika-Amerika. Kesuksesannya yang tidak disangka-sangka dengan mendapat keuntungan $ 4.1 juta di tangga box office, lalu mulai membuka mata produser-produser di Hollywood. Selanjutnya film-film dengan orientasi pasar kulit hitam pun mulai bermunculan berupaya mendulang sukses serupa. Mario dan Baadasssss!-nya merupakan sebuah film yang tidak hanya hiburan sarat makna, penuh kisah inspiratif, namun juga berhasil terkemas dengan menyenangkan. Saya sangat-sangat menikmati setiap adegan demi adegan ketika Melvin memulai pembuatan filmnya hingga akhir dimana sebuah “hadiah” menanti sutradara yang terkenal sangat keras terhadap semua orang ini. Mario juga secara rendah hati tidak mengemas film ini untuk menjadi sebuah potret palsu tentang sang ayah, hanya memperlihatkan yang baik-baik atau menggambarkan ayahnya sebagai seorang yang sempurna. Sebaliknya biopik ini dibuat semirip mungkin dengan kisah 39 tahun silam tersebut, dengan segala pernak-pernik kekurangan Melvin (ayahnya) dan tentu kelebihan yang dimilikinya. Lengkap!

Mario juga tidak lupa menempatkan adegan/cerita yang bisa dibilang sebuah aib masa kecilnya, ketika dia diharuskan beradu akting dengan wanita dewasa dan melakukan adegan seks, padahal Mario masih bocah. Mario Van Peebles yang juga terkenal sebagai aktor ini, dengan sangat apik memproyeksikan setiap bagian memori masa lalunya dan juga buku sang ayah “Sweet Sweetback’s Baadasssss Song: A Guerilla Filmmaking Manifesto”, untuk pada akhirnya menjadi sebuah kisah yang sangat menarik. Saya tidak hanya disuguhkan drama antara Melvin dengan filmnya sendiri, kru, keluarga, dan orang-orang yang menghalangi jalannya untuk menyelesaikan film. Tetapi dengan porsi yang pas, Mario juga memperlihatkan “gelap”-nya industri perfilman Hollywood pada saat itu lewat kacamatanya. Termasuk sulitnya bagi kaum minoritas untuk bisa masuk ke dalam industri yang pada saat itu memang dikuasai oleh kulit putih.

Melvin adalah contoh orang yang tidak peduli dengan dirinya sendiri (dalam artian positip). Demi mengangkat kaum Afrika-Amerika agar tidak selalu dijadikan bahan lelucon dalam film dan tentu saja ego serta obsesinya, dirinya rela mengorbankan siapa saja termasuk keluarga dan dirinya. Pada akhirnya, perjuangan melelahkan Melvin memang sepadan dan Mario pun telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik dalam menyutradarai film ini dan juga peran yang dilakonkannya sebagai Melvin. Mario telah berhasil menghadirkan kisah hidup sang ayah dengan penuh rasa cinta, jelas dia sangat menghormati dan mengagumi ayahnya. Lewat peran Mario kecil yang dibintangi oleh Khleo Thomas, saya bisa melihat rasa sayang itu tersalurkan dengan baik dari arahan Mario kepada Khleo yang memerankan dirinya versi bocah kribo yang selalu menurut apa kata ayahnya ini.

Selain Mario telah sanggup menghidupkan tokoh utama Melvin, ayahnya sendiri dengan gambaran yang lengkap, filmnya dibungkus rapih dengan hadirnya pemain-pemain yang bisa menghidupkan kembali para kru-kru yang dulu pernah meramaikan kisah hidup Melvin. Dari sahabat baik Melvin yang selalu ada untuknya, Bill Harris, sampai para anggota Earth, Wind & Fire yang kala itu masih belum terkenal seperti sekarang. Baadasssss! adalah kado terindah dari Mario untuk ayahnya, kenyataanya film ini memang tentang hubungan antara ayah dan anak, bersamaan dengan itu kisahnya bagi saya adalah momen yang sangat menyenangkan untuk disimak dari menit ke menitnya. Adegan syuting mobil terbakar dan Melvin memakai suasana nyata lengkap dengan pemadam kebakaran asli adalah adegan favorit saya di film ini. Enjoy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s