My Review is Sucks: The American

I don’t think God is very interested in me, Father ~ Jack

Masih ingat dengan Ryan Bingham, karakter lain yang dimainkan oleh George Clooney dalam “Up in the Air”, disini Clooney diperlihatkan begitu handal dalam urusan pecat-memecat karir seseorang namun berbicara soal kehidupannya sendiri dia adalah orang paling kesepian didunia. “The American” juga memberi peran yang hampir mirip kepada Clooney, seorang yang ahli dalam pekerjaannya namun kesepian, bedanya sekarang dia bukan lagi pekerja kantoran yang terbang dari satu kota ke kota lainnya, well Clooney masih akan hilir mudik dari A ke B, tetapi sebagai pembunuh bayaran dan ahli pembuat senjata. George Clooney akan berperan sebagai Jack alias Edward, seperti yang saya katakan sebelumnya pekerjaannya adalah “memecat” nyawa seseorang, selain itu jika anda butuh senjata kostum dengan jaminan tidak macet dan memuaskan, carilah Jack dan jangan cari saya. Jack bisa dibilang punya segala keahlian untuk bertahan hidup, matanya tajam melihat target sasarannya, tangannya handal dalam urusan menarik pelatuk senjata, indera perasanya lebih peka ketimbang spiderman ketika merasakan bahaya.

Pokoknya jangan tertipu dengan rambut putihnya, karena Jack adalah Jason Bourne versi kalem (alias super-cool). Ok, yang namanya pembunuh bayaran tentu bukanlah tipe orang yang suka nongkrong bareng teman-temannya atau eksis di akun facebook, ok Jack memang diakui berlebih dalam soal skill membunuh dan merakit senjata tetapi efek pekerjaannya yang “ekslusif” membuatnya juga jadi penyendiri. Jack bahkan tidak punya teman, salah-satu peraturan jadi pembunuh handal pun mengharuskan dia untuk sejauh mungkin dengan yang namanya “hubungan dekat”. Disinilah “The American” berperan menceritakan kerinduan seorang Jack dengan kehidupan normal sebagai manusia, punya teman dan punya “teman dekat”. Ketika Jack mengkhianati sumpah jabatan, lalu punya kekasih bernama Ingrid (Irina Bjorklund), seketika semua berubah bencana karena dia lengah dengan hubungan dekatnya tersebut. Tidak ingin kejadian yang sama terulang, seorang kontak bernama Pavel menganjurkan dia untuk bersembunyi di kota kecil Italia, Castelvecchio. Namun alih-alih menuruti orang yang memberinya pekerjaan tersebut, Jack justru pergi ke kota lain, Castel del Monte.

Di kota zaman medieval inilah Jack benar-benar makin rindu untuk bersosialisasi, Jack pun berteman dengan seorang pendeta tua bernama Father Benedetto (Paolo Bonacelli), awalnya Jack hanya ingin mengetahui seluk beluk kota tersebut dan memanfaatkan pak pendeta untuk lebih dekat dengan orang-orang di kota kecil nan sepi ini. Selagi sembunyi dari orang-orang Swedia yang mengejarnya, Jack juga masih menerima orderan merakit senjata, maka Pavel memberinya pekerjaan. Seorang wanita bernama Mathilde (Thekla Reuten) menginginkan Jack untuk membuatkannya sebuah senapan sniper yang didesain khusus sesuai keinginannya, Jack pun menyanggupinya. George Clooney benar-benar maksimal bertransformasi menjadi Jack the assassin, tidak hanya menampilkan akting yang bisa dibilang memukau walau tidak melulu memaksanya beradegan action, karena toh jika awalnya mengira “The American” adalah film aksi tembak-tembakan sana-sini, lalu adu brutal layaknya film “Hitman” yang dibintangi Timothy Olyphant, lupakan apa yang ada dibayangan akan film yang mengumbar rentetan adegan aksi, karena film ini sepi akan pesona ketegangan dan genjotan adrenalin. Tapi jangan salah, Anton Corbijn mampu mengemas drama tentang pembunuh bayaran kesepian ini dengan cakap.

“The American” layaknya film-film sejenis juga tidak mau ketinggalan memasukkan unsur asmara kedalamnya, selagi Jack sibuk mencari bahan-bahan untuk senjata pesanan, film ini menyisipkan rasa manis dengan romansa antara Jack dengan seorang pelacur setempat, Clara (Violante Placido). Pada bagian inilah, kita melihat perkembangan terjadi dalam diri Jack, begitu pula dengan filmnya yang makin mendekati akhir makin menarik untuk disaksikan. Serius, dengan kemasan yang terbilang sepi action, saya awalnya sudah negatif duluan dan punya ekspektasi akan dibuat bosan, tetapi film ini ternyata mampu membuktikan jika saya salah karena film ini memiliki kelebihan tersendiri dalam urusan menghibur penontonnya, tidak membosankan sama sekali. George Clooney mampu main bagus, mengantarkan kita melihat sisi keren seorang pembunuh bayaran sekaligus sisi mellow-nya. Menarik bagaimana George Clooney membuat saya terpukau luar biasa pada saat dia mulai merakit bagian demi bagian, dari terkecil sampai terbesar, sampai akhirnya menjadi sebuah senjata lengkap, Clooney sangat meyakinkan sebagai ahli perakit senjata sepertinya dia sudah melakukan ini bertahun-tahun. “The American” memang sebuah panggung utama yang didominasi oleh Clooney seorang, one-man-show, namun seorang diri juga dia mampu menjerat penonton untuk tetap tinggal bersamanya di Castel del Monte sampai film ini selesai.

Anton Corbijn tahu betul bagaimana membuat saya duduk betah, menunggu apa yang kira-kira akan dilakukan oleh Clooney ketika dia mulai memberikan hatinya untuk Clara, sambil waspada untuk tidak lengah. Anton Corbijn juga mampu menaikkan level greget film ini menjadi setingkat lebih tinggi dari sebelumnya, ketika Jack mulai diawasi oleh orang-orang yang diyakini adalah orang Swedia yang mengejarnya. Anton Corbijn sekali lagi memang tidak mengemas semua ketegangan dengan hingar bingar muntahan peluru atau ramai dengan perkelahian, tetapi dengan memanfaatkan kesepian Castel del Monte dengan bangunan-banguan kuno berkarakter, gang-gang sempit yang gelap dan berliku, dan tangga-tangga yang entah menuju kemana. “The American” punya daya pikat unik tersendiri dalam urusan melepas ketegangan demi ketegangannya dengan memanfaatkan itu semua, ditambah dengan akting Clooney yang sangat mendukung di setiap adegannya.

Kemasan Anton Corbijn yang sudah rapih dalam film ini pun makin dipercantik dengan pengambilan-pengambilan gambar yang mempesona. Martin Ruhe seperti tidak puas dengan hanya memotret Castel del Monte dari angle yang biasa, keindahan kota tua ini pun sukses dieksploitasi oleh kamera yang dipandu Martin, termasuk menyorotnya dari atas dengan kemasan yang apik dan menarik. Tidak hanya melukiskan keindahan kota kecil di Italia tersebut ke layar, Martin juga menambahkan lanskap-lanskap alam sekitar yang tidak kalah indah. “The American” secara keseluruhan mungkin saja akan membuat mereka yang haus action tingkat tinggi akan kecewa, tetapi film ini mampu membalas kekecewaan tersebut dengan sesuatu yang lebih manis dari hanya sekedar tembak sana tembak sini. Clooney sekali lagi memperlihatkan performa akting yang berkelas, melebur bersama karakter dan menyatu dengan cerita, menjadikan film ini sebuah drama tentang pembunuh bayaran yang begitu memikat, not bad at all Anton Corbijn!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s