Lost-Bladesman1

Review: The Lost Bladesman

“The Lost Bladesman”, bukan film pertama yang mengadaptasi kisah “Romance of the Three Kingdoms” karangan Luo Guanzhong, menengok kebelakang sudah ada beberapa film televisi dan juga 2 film layar lebar, “Three Kingdoms: Resurrection of the Dragon” di tahun 2008 dan “Red Cliff”, yang di kawasan Asia dibagi menjadi 2 film terpisah. Jika film arahan Daniel Lee memfokuskan pada karakter Zhao Zilong (Zhao Yun), salah satu dari Five Tiger Generals di kerajaan Shu, yang dipimpin Liu Bei. Beda lagi dengan film Red Cliff yang disutradarai John Woo, disini Zhuge Liang yang diperankan oleh Takeshi Kaneshiro dan Zhou Yu (Tony Leung), bisa dibilang diberikan porsi lebih banyak, walau di kedua film sebetulnya tokoh Guan Yu juga hilir-mudik, tapi bisa dikatakan perannya hanya sebagai pelengkap saja. Barulah di “The Lost Bladesman”, Guan Yu yang punya tampilan khas pria bijak, tinggi besar, berjanggut panjang, dan selalu setia dengan senjata andalannya sebuah tombak ini, sekarang dijadikan tokoh utama.

Di film Red Cliff, yang bercerita tentang “Battle of Chibi”, kita masih bisa melihat Guan Yu dihadirkan selalu bersama dengan kedua saudara angkatnya Liu Bei dan Zhang Fei, di “The Lost Bladesman”, karena film yang disutradarai oleh Alan Mak dan Felix Chong ini mengambil cerita ketika Guan Yu dalam masa penawanan Cao Cao (masih di adaptasi dari “Romance of the Three Kingdoms”), kita akan jarang melihat Liu Bei dan Zhang Fei di film ini, tapi bagi mereka penggemar tokoh yang selalu digambarkan bengis, Cao Cao, tenang saja akan banyak porsi yang diberikan kepadanya. “The Lost Bladesman” akan berlatar belakang pada masa Dinasti Han, dimana diceritakan Cao Cao (Jiang Wen) kala itu menyerang Liu Bei (Alex Fong) dan kemudian berhasil menangkap keluarganya dan juga Guan Yu (Donnie Yen), Liu Bei sendiri sukses melarikan diri. Dikarenakan reputasi Guan Yu yang terkenal sebagai pendekar yang tangguh dan tak terkalahkan, Cao Cao lalu mencoba memberikan dia berbagai macam hadiah dan gelar bangsawan, berharap kelak Guan Yu mau berpihak kepadanya. Namun kesetiaan Guan Yu pada Liu Bei tidak dapat dibeli oleh apapun dan dia menolak tawaran Cao Cao.

Cerita berlanjut dengan Guan Yu yang kemudian ikut berperang dibawah perintah Cao Cao, dia pun membuktikan keahliannya dalam Battle of Baima dan berhasil membunuh Jenderal Yan Liang dari pasukan musuh dibawah komando Yuan Shao. Karena jasanya, Guan Yu kemudian diangkat menjadi jenderal. Dalam masa penahanan, keluarga Liu Bei, selirnya, Qilan, dan juga Guan Yu sendiri diperlakukan dengan baik oleh Cao Cao. Usaha untuk merayu Guan Yu agar memilih meninggalkan Liu Bei pun terus dilakukan oleh oleh Cao Cao, namun selalu gagal. Justru yang terjadi adalah Guan Yu meninggalkannya karena dari awal dia sudah berniat akan pergi jika keberadaan Liu Bei sudah diketahui. Keluarga Liu Bei sudah lebih dahulu pergi atas kebaikan Cao Cao, sedangkan Guan Yu akan pergi bersama Qilan. Cao Cao sendiri sebetulnya memutuskan akan membiarkan tahanannya yang paling berharga tersebut untuk pergi, namun justru jenderal-jenderal di bawah Cao Cao-lah yang tidak sependapat, karena menganggap melepaskan Guan Yu itu sama saja dengan melepas seekor macan. Sudah bisa ditebak perjalanan Guan Yu untuk bersatu kembali dengan Liu Bei akan mengalami banyak halangan, tapi hei! yang sedang kita bicarakan ini adalah Guan Yu, bukan perkara mudah menjatuhkan sang macan.

“The Lost Bladesman” ternyata jauh dari apa yang saya harapkan, saya tidak masalah jika yang melakonkan tokoh favorit saya dalam gulungan kisah epik “Romance of the Three Kingdoms” itu adalah Donnie Yen, walau saya akui tidak terlalu cocok, tapi bintang yang sedang makin naik daun berkat perannya di dua film “Ip Man” dan sekarang diburu untuk memerankan film-film beladiri Hongkong/China karena nilai “menjual” yang tinggi ini, punya karisma khas sendiri ketika dia mulai melakukan kuda-kuda, berkelahi, dan saat berakting. Jadi akan saya kesampingkan dahulu sedikit kekecewaan terhadap orang yang memerankan Guan Yu. Masalahnya adalah dengan durasi 100-an menitnya, film ini kok terlalu terlena dengan kisah “kasih tak sampai” antara Guan Yu dan Qilan, fokus tentang bagaimana Guan Yu nantinya melewati perbatasan demi perbatasan, dan dihadang para jenderal yang hendak membunuhnya pun jadi sangat terganggu buat saya. Kenapa tidak memilih menceritakan lebih detil tentang karakter-karakter yang bermunculan di film ini, bahkan jika saya tidak salah ingat, film ini pun malas memanggil nama jenderal-jenderal Cao Cao, mungkin saya hanya mengenal Zhang Liao saja.

Alih-alih memberikan sedikit kuliah singkat tentang “Romance of the Three Kingdoms”, film yang seluruh aksinya dilakukan dibawah pengawasan Donnie Yen sendiri ini—karena perannya sebagai action director disini—justru begitu terbuai dengan kisah cinta, sampai-sampai memperlihatkan Guan Yu yang menjadi begitu galau dibalik ketangguhan dan kebijaksanaannya. Mungkin “The Lost Bladesman” ingin menggambarkan jika Guan Yu juga seorang manusia biasa bukanlah dewa, tapi jangan jadi malah menjatuhkan juga, disini Guan Yu justru terkesan begitu antagonis, karena ambisinya untuk melihat perang berakhir dan bersatu dengan Liu Bei, dia tampaknya akan melakukan apa saja. Anehnya, giliran Cao Cao yang kelihatan begitu baik, apakah “The Lost Bladesman” ini berpihak pada Cao Cao dan diambil dari sudut pandangnya, atau ingin membuat perbedaan antara siapa yang baik dan jahat itu tipis. Tidak jelas apa maunya film ini, dan akting Donnie Yen juga sepertinya dibayang-bayangi oleh Jiang Wen (Cao Cao), oke Donnie apik saat ditempatkan pada bagian action, didukung juga oleh koreografi indah dan adegan-adegan martial art yang menghibur mata. Tapi untuk urusan di luar itu, Jiang Wen bisa mencuri perhatian yang lebih ketimbang Donnie. “The Lost Bladesman” bukan film yang buruk, jika dilihat secara keseluruhan, apalagi mengingat tata produksinya yang mumpuni sekali, hanya saja pilihan film ini untuk condong ke romansa-lah yang jadi bermasalah. Ketika kemudian dipasangkan dengan deretan konflik dan action, malah tidak pas dan menjadi membosankan, sungguh membosankan.

One thought on “Review: The Lost Bladesman

  1. Setuju dengan pendapat anda. Romansa dalam film ini sangat mengganggu, sampai2 bikin saya bingung. Ini mau bikin film drama action atau mau bikin drama cinta romantis?

    Lagipula ada beberapa adegan maksa kayak Guan Yu “sengaja” menyantroni Bian Xi di markasnya. Hey, ngapain Guan Yu kurang kerjaan singgah dulu buat membabat Bian Xi (dan jumlah pasukannya yang gak signifikan dgn gaya jenderalnya), katanya buru2 mau nyamperin Liu Bei.

    Terakhir, koq saya rada merasa tokoh Guan Yu dlm film ini kayak Lu Bu yang sedang main sandiwara jadi orang setia😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s